Rabu, 06 Juni 2012

jerawat

kehadirannya selalu tak diundang..bikin kekhi dan malu..Bahkan menjatuhkan harga diri saking malunya..
Hayoo..siapa itu?
Hmmm...TERNYATA  JERAWAT..

Jerawat merupakan suatu penyakit kulit yang biasa dialami oleh setiap orang.
Kata jerawat berasal dari bahasa Yunani yang berarti “masa yang paling penting dalam hidup”. Disebut begitu mungkin karena para pemilik jerawat biasanya mengalami masalah seperti : penurunan harga diri, kurang PD, pergaulan sosial, kemurungan, dan menurunnya produktivitas kerja.

Jerawat (bahasa Inggris: acne vulgaris) adalah kondisi abnormal kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak (sebaceous gland) yang menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit.
Daerah yang mudah terkena jerawat ialah di muka, dada, punggung dan tubuh bagian atas lengan.

Jerawat digolongkan ringan bila bentuknya masih komedo dengan jumlah lesi kurang dari 30. Apabila jumlah lesi berkisar antara 30-125 maka dinamakan jerawat sedang (papule). Jerawat besar yang disebut nodul atau kista timbul bila lesi di atas 125.

Munculnya jerawat sering terjadi pada masa pubertas antara usia 14-19 tahun yang disebabkan oleh perubahan hormon pada remaja. Deteksi jerawat sejak dini sangat sulit sebab sebelum masa pubertas kulit anak akan mengalami pengelupasan tiga minggu sekali. Sedangkan ketika remaja, kulit mengelupas empat minggu sekali.
Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 85% populasi mengalami jerawat pada usia 12-25 tahun, 15% populasi mengalaminya hingga usia 25 tahun. Jika tidak teratasi dengan baik, gangguan jerawat dapat menetap hingga usia 40 tahun

Jerawat secara umumnya merupakan suatu fenomena biological yang terjadi pada kulit akibat dari masalah keradangan tisu pada bahagian kelenjar minyak di kulit manusia.
Berdasarkan kajian yang dijalankan dalam bidang perubatan dermatologi telah menemukan hampir 50 jenis jerawat telah menjadi masalah kepada lelaki dan wanita. Jerawat merupakan masalah kulit yang berlaku pada Pilosebaceous (terdiri daripada rongga rambut dan kelenjar minyak)pada bahagian kulit

Khususnya pada para kaum hawa.acne bukanlah merupakan kelainan skin yang bersifat fatal tetapi akibat yang ditimbulkan akan sangat mengganggu penderitanya, selain mengurangi keindahan wajah, acne yang tidak diterapi dengan baik akan meninggalkan beberapa kelainan skin lainnya yang dapat timbul seperti scar (jaringan parut; menyerupai skin yang terkena luka sayat), makula hiperpigmentasi (kelainan warna skin menjadi lebih hitam pada bekas jerawat atau flek-flek hitam).
Acne merupakan peradangan kronis dari folikel pilosebasea (salah satu kelenjar pada skin), disebabkan oleh beberapa faktor dengan gejala dan tanda-tanda yang khas.
Selain menimbulkan bekas jerawat, efek utamanya adalah pada jiwa seseorang, seperti krisis percaya diri atau minder dan depresi.{mospagebreak}

BEBERAPA JENIS JERAWAT

A.TIPE 1: KOMEDO
Komedo adalah nama ilmiah dari pori-pori yang tersumbat, bisa terbuka atau tertutup.
Komedo yang terbuka disebut juga sebagai blackhead, terlihat seperti pori-pori yang membesar dan menghitam (yang berwarna hitam itu bukan kotoran; sebenarnya itu adalah penyumbat pori yang berubah warna karena teroksidasi dengan udara).
Komedo yang tertutup, atau whitehead, memiliki kulit yang tumbuh di atas pori-pori yang tersumbat; makanya terlihat seperti tonjolan putih kecil-kecil dibawah kulit.
Jerawat jenis komedo ini disebabkan oleh sel-sel kulit mati dan kelenjar minyak yang berlebihan pd kulit. Bila anda tidak membersihkan kulit wajah secara berkala, sel-sel kulit mati menumpuk di kulit; minyak di permukaan kulit kemudian menutup sel-sel kulit lalu terjadilah penyumbatan. Make up dan produk penataan rambut yang mengandung minyak juga dapat memperparah keadaan. Berkeringat dan udara yang panas dan lembab dapat juga menyumbat pori-pori.

Kerusakan pada tisu utama yang disebabkan oleh bintik putih (white head) dan bintik hitam (black head).Apabila bintik-bintik putih (white heads) itu dicemari oleh kekotoran sedangkan ia berada dalam keadaan berminyak dan lembab, bintik putih tersebut akan mudah bertukar menjadi bintik hitam (black head).Bintik-bintik hitam (black heads) mengandungi sumbatan sebum (iaitu bahan berlemak yang dihasikan oleh kelenjar minyak). Pada kebiasaannya, bintik hitam sukar untuk dikeluarkan kerana ruang folikel yang kecil jika dibandingkan dengan saiz bintik hitam yang besar.Apabila kandungan sebum dibawah/dalam ruang folikel itu bertambah maka ruang folikel itu akan terhakis dari dalam dan membesar, maka ia akan menyebabkan kecedaraan pada kulit lalu menyebabkan nanah dalaman dan akhirnya terbentuklah jerawat.

Pencegahan komedo
• Mencuci wajah setiap pagi dan malam dengan pembersih mengandung salicylic-acid atau AHA/BHA (untuk mengelupas sel-sel kulit mati) atau scrub kulit wajah minimal seminggu sekali.
• Menggunakan kertas minyak untuk menyerap kelebihan minyak di wajah (bagi yang minyaknya berlebih).
• Gunakan juga masker untuk kulit berminyak seminggu sekali.

Penyembuhan komedo
a.Hilangkan blackheads dengan plester pore strips (seperti Biore pore pack atau Pond’s nose zone tape).
b.Untuk whitehead, pakai obat jerawat yg mengandung salicylic-acid (misalnya dari merk Neutrogena atau Clinique acne solutions night treatment gel).{mospagebreak}

B.TIPE 2 : JERAWAT BIASA
Jenis jerawat `klasik’ ini mudah dikenali dengan tampilan tonjolan kecil berwarna pink atau kemerahan.
Terjadi karena pori-pori yang tersumbat terinfeksi dengan bakteri (yang terdapat dipermukaan kulit). Stres, hormon dan udara yang lembab dapat memperbesar kemungkinan infeksi jerawat karena menyebabkan kulit memproduksi minyak (yang merupakan tempat berkembang-biaknya bakteri).
Jerawat yang disebabkan oleh hormon biasanya muncul di sekitar rahang dan dagu.
Pada kebiasaannya pesakit akan mengalami banyak bintilan komedo(black heads) dan jerawat yang berwarna hitam dan merah pada bahagian wajah/muka, dada dan belakang badan.

Jenis jerawat `klasik’ ini mudah dikenal, tonjolan kecil berwarna pink atau kemerahan. Terjadi krn pori2 yg tersumbat terinfeksi dgn bakteri. Bakteri ini bisa yg terdapat dipermukaan kulit, bisa juga dari waslap, kuas makeup, jari tangan, juga telepon. Stress, hormon dan udara yg lembab dpt memperbesar kemungkinan infeksi jerawat, krn menyebabkan kulit memproduksi minyak, yang merupakan tempat berkembang-biaknya bakteri.

Jerawat yg disebabkan oleh hormon biasanya muncul di sekitar rahang dan dagu, menurut seorang ahli kulit, yang merekomendasikan pemakaian pil KB yang rendah estrogen, seperti Orthotricyclen, Orthocept dan Alesse.
(Untungnya, menurut penelitian ternyata coklat dan French fries tidak mempunyai pengaruh pada berbiaknya jerawat).

Pencegahan jerawat biasa
a.Untuk membunuh bakteri-bakteri penyebab jerawat, gunakan sabun muka yang mengandung benzoyl-peroxida, atau sabun sulfur.
b.Gunakan masker anti bakteri/ jerawat seminggu sekali.
c.Kalau obat-obat jerawat yang dijual bebas tidak ampuh, mintalah pada dokter kulit untuk meresepkan obat jerawat yang mengandung vitamin A derivatif seperti Retin-A.

Penyembuhan jerawat biasa
a.Untuk mengurangi peradangan dan membunuh bakteri, pakailah obat jerawat yang mengandung benzoyl-peroksida, atau bila kulit anda tidak tahan, gunakan produk yang mengandung sulfur, seperti Neo Medrol.
b.Kalau obat-obat jerawat tadi tidak berhasil juga, mintalah resep salep yang mengandung antibiotik, salah satunya Garamicyn (bisa dibeli bebas). Salep ini bisa membunuh bakteri dan mengurangi pembengkakan juga peradangan.

C.TIPE 3: CYSTIC ACNE (JERAWAT BATU/JERAWAT JAGUNG)
Bila anda merasa muka anda seperti pizza yang penuh topping, nah… inilah cystic-acne; jerawat yang besar, dengan tonjolan2 yang meradang hebat, berkumpul di seluruh muka (berbeda dengan jerawat biasa yang berkumpul di salah satu bagian muka). Inilah `godfather’nya jerawat, yang paling merusak tidak hanya secara fisik, tapi juga kepercayaan diri. Penderita cystic-acne biasanya juga memiliki keluarga dekat yang juga menderita jerawat jenis ini.
Secara genetik, penderitanya memiliki :
(1) kelenjar minyak yang over-aktif yang membanjiri pori-pori dengan minyak,
(2) Pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak normal yang tidak bisa beregenerasi secepat kulit normal, dan
(3) memiliki respons yang berlebihan terhadap peradangan sehingga meninggalkan bekas di kulit.

Biasanya penderita  akan mengalami banyak nodul besar yang berwarna merah dan terasa sakit dan berdenyut pada bahagian muka, dada, belakang badan dan anggota tubuh yang lain. Keradangan kulit akan berlaku jika kelenjar minyak mengeluarkan kuantiti minyak dan sebum secara berlebihan dan menyebabkan kelenjar minyak tersumbat.

Apabila ini berlaku, maka Whiteheads akan muncul dengan banyaknya sambil menyebarkan pertumbuah jerawat yang amat ketara. Jika masalah itu berlarut-larut tanpa diselesaikan maka akan wujudnya interaksi antara jeragat, jerawat dan minyak yang boleh menyebabkan parut kekal dan kawah kulit yang besar serta luka bernanah. Selain itu, bintik hitam (blackhead) yang banyak pula akan wujud dan berinteraksi dengan bacteria jerawat.

Pencegahan jerawat batu
a.Obat-obat jerawat yang dijual bebas tidak akan ampuh untuk jerawat jenis ini.
   Memakai scrub pun tidak akan ada hasilnya.
   Jalan satu2xny adalah meminta dokter meresepkan pil antibiotik spt      tetracycline.
b.Bila dalam sebulan tidak ada tanda-tanda perbaikan, mungkin dokter akan memberikan resep Accutane (kurang pasti di Indonesia sudah ada atau belum), obat yang efektif, tapi kontroversial. Meskipun penyembuhannya memakan waktu hingga 5 bulan, dan dapat mengakibatkan bayi cacat pada ibu hamil, tapi tetap saja dianggap sebagai obat mujarab pilihan terakhir.

Pengobatan jerawat batu
a. Untuk jerawat batu yang hanya satu-dua, penyembuhan yang efektif adalah meminta dokter kulit menyuntik jerawat dengan cortisone, yang membuat jerawat ini sembuh dalam waktu 48 jam.
b.Kalau kasusnya kronis, pil Accutane bisa dicoba, meskipun anda akan mengalami beberapa efek samping, seperti kulit yang kering dan bibir pecah-pecah yang parah (untuk kasus ini, minta dokter kulit kulit anda meresepkan Acclovate, lip balm anti peradangan).

TIP TIP MENGELAKKAN DARI PEMBENTUKAN JERAWAT
Pembentukan jerawat yang sedikit dan normal adalah perkara biasa bagi seseorang remaja, namun begitu langkah menghindarinya dapat dilakukan bagi menjaga kesehatan dan kecantikan kulit, maka langkah2x penjagaan kebersihan diri dan wajah perlu dilakukan, diantaranya:

a.Lakukan pencucian muka dua kali sehari dengan jenis sabun pencuci muka yang bertektur lembut dan membersih secara mendalam. Jika boleh pilihlah jenis sabun pencuci muka yang tidak terlalu mengeringkan dan boleh menghidratkan kulit. Namun begitu pencucian kulit tanpa sabun pencuci juga boleh dilakukan sebanyak 5 kali sehari ataupun lebih sebagai alternative dan tambahan kepada cucian muka dengan menggunakan sabun pencuci muka.

Tetapi perlu diingatkan disini, bahwa mencuci kulit dengan kuat dan menggosoknya dengan kuat untuk menghilangkan minyak, kekotoran dan sel-sel mati pada kulit bukanlah suatu yang baik pada kulit malah perbuatan tersebut dapat menyebabkan keradangan kulit dan jerawat akan menjadi lebih buruk. Sebaliknya gunakan cara urutan ringan dan gosoklah kulit dengan lembut.
b.Penggunaan scrub wajah juga adalah dianjurkan namun penggunaannya mestilah sesuai dengan kulit.
Penggunaan scrub wajah adalah bertujuan untuk membuang kelebihan sebum yang tersumbat dalam Liang Pori, selain membuang bintik hitam dan bintik putih serta sel kulit mati. Namun perlu ditegaskan bahwa anda hanya perlu menggunakan scrub wajah 1 hingga 2 kali seminggu saja atau 1 dalam masa 2 minggu bagi mereka yang kurang terkena dengan aktiviti luar dan pancaran cahaya matahari. Penggunaan scrub wajah yang lebih dari kadar yang semestinya adalah amat berbahaya pada kulit khususnya pada kulit sensitive. Gunakanlah scrub wajah yang mempunyai butiran yang tidak kasar malah lembut pada kulit.
c.Mencuci kulit dengan scrub wajah ataupun sabun pencuci kulit sebenarnya pasti akan mengeringkan kulit walaupun anda mencuci kulit dengan ringan dan menggunakan sabun dengan sedikit.Gunakanlah  pelembab atau penyegar kulit selepas anda mencuci kulit anda dengan sabun pencuci, ini adalah penting bagi mengekalkan kelembapan kulit dan pH kulit pada kadar yang seimbang.
d.Dilarang untuk memijit kulit anda yang mempunyai jerawat ataupun sebarang bintik, nodul ataupun sebarang pertumbuhan baru yang tidak diperlukan pada kulit anda. Sebaliknya datagilah pakar kulit yang ahli atau pakar dermatogi di klinik dan hospital  untuk menyelesaikan perkara tersebut. Memijit kulit yang mempunyai jerawat bukan saja tidak elok pada kulit tetapi akan memburukkan lagi keadaan kulit anda!
e.Hindari kulit muka  daripada terkena cahaya matahari secara berterusan.
Kulit akan mudah menjadi kering jika anda terkena cahaya matahari secara berterusan. Walaupun terkena  cahaya matahari pada kadar yang sedikit.
Pancaran Sinar UV (Ultraviolet) yang sedikit yang terkena pada kulit anda sudah cukup untuk menyerap masuk kedalam sel kulit dalam anda dengan mudah serta merosakkan struktur protein dan DNA kulit anda.
Hal ini tentunya tidak baik pada kulit kerana ia mungkin juga mampu menyebabkan kanker kulit. Bagi mencegah dari masalah terkena pancaran matahari yang agresif ini, disarankan untuk memakai pelembab kulit yang mempunyai pelindung sinaran UV  dari jenis (SPF 10, SPF 15, SPF 25, SPF 50 dan sebagainya).
Hal ini penting bagi mengurangi kesan kegelapan yang mungkin timbul akibat pembentukan melanin oleh sel melanosit dan peyerapan UV-B ke dalam sel basal melanogenesis yang mungkin menyebabkan kerosakan kepada DNA yang akhirnya menyebabkan penyakit kanker.
Pemakaian pelembab dan pelindung UV perlu dipakai setiap kali selepas mencuci muka, ketika berada di dalam ruangan/kawasan berhawa dingin (suhu yang sejuk dan berhawa dingin mampu mengeringkan kulit dengan cepat) atau ketika ingin melakukan aktiviti luar yang akan menyebabkan anda terkena  sinar matahari terik. Sangat disarankan untuk sentiasa menutup wajah anda dengan kain ketika melakukan aktiviti luar bagi mengurangi kesan pancaran UV, pencemaran dan polusi disekitarnya.
f.Janganlah selalu sering menukar produk pembersihan wajah dan kecantikan wajah  karena mungkin menyebabkan iritasi dan alergik pada kulit anda.
DIET KESEHATAN KULIT
a.Kulit biasanya mempunyai diet pemakanan yang tersusun, ini kerana factor pemakanan juga mampu menjadi penyebab kepada masalah kulit
Obat acne disediakan dalam berbagai bentuk seperti: 
-Ubat sapu (krim, losen, gel dan pencuci bentuk cecair)
-Ubat makan (pil, kapsul)

B.Terdapat berbagai jenis perawatan acne tergantung kpd seberapa parah sakitnya.Adapun perawatan tsb terdiri dr;
1.Emollients
Fungsi Emollients adalah seperti Mencairkan sisa/daki (terutama di zon T yang berminyak), menyingkirkan sel mati yang menyumbatkan Liang roma, menghasilkan kulit yang licin dan lembut dan mengekalkan lembapan di kulit. Contoh bahan seperti Balneum.

2.Benzoil Peroksida, Asid Benzoik, Asid salisilik
Fungsi adalah untuk menghalang bakteria dan seterusnya menghalang pembiakan bacteria. Contoh obatnya seperti:
a.Akneroxid 5/Akneroxid 10,Bebzac AC,Brevoxyl,Panoxyl(benzoyl peroxide)
b.Clearasil(Benzoic acid)
c.Palmer's skin success acne medication(salicylic acid)
 3.Hormonal (termasuk pil perancangan keluarga)
Berfungsi untuk menghalang penghasilan minyak, menghalang Ovulasi dan mengatur kedatangan Haid (bagi wanita ) Contoh ubat seperti Diane 35.

4.Antibiotik
Berfungsi untuk:
a.Menyerang kuman yang boleh membuat acne bertambah parah
b.Menghalang pembiakan bacteria
c.Mengurangi kemerahan dan bengkak
Jenis antibiotik yang perlu digunakan untuk merawat masalah jerawat pula adalah:
a.Tetracycline
b.Aknemeycin.Eryderm(Erythromycin)
c.C-mycin,Dalacin-T,Topicil(Clindamycin)
5.Retinoids
Berfungsi untuk:
  1. Menghalang liang roma dari tersumbat
  2. Memberi kesan anti-radang
Jenis ubat:
  1. Isotrex, Oratane (Isotretinoin)
  2. Retacnyl, Retin-A, Stieva-A, Tretinon (Tretinoin)
PENYEBAB JERAWAT MUNCUL
a.Produksi Minyak Berlebihan
Jerawat tidak melulu muncul karena kotor, melainkan lebih disebabkan faktor dari dalam tubuh.
Jerawat adalah kondisi abnormal kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak (sebaceus gland) yang menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit.
Penyebab jerawat yang paling umum adalah hormon, tumpukan minyak atau sebum di kulit berkolaborasi dengan bakteri.
b.Sel-Sel Kulit Mati
Umumnya, jerawat dsebabkan oleh kelebihan kelenjar minyak karena giat diproduksi hormon androgen.
Jerawat timbul karena kelenjar minyak yang berlebih tersebut bercampur dengan sel kulit mati.
Ketika sel-sel kulit itu bercampur dengan jumlah sebum yang sudah meningkat itu, campuran yang tebal dan lengket itu dapat membentuk penyumbat yang menjadi bintik hitam atau putih. Banyak yang beranggapan, bahwa jerawat hanya menyerang muka, tetapi jerawat bisa juga menyerang bagian tubuh lain, seperti di bagian punggung, dada dan lengan atas
c.Bakteri
Yang membuat masalah semakin rumit, bakteri biasanya ada di kulit, yang disebut p.acne, yang cenderung berkembang biak didalam kelenjar sebaceous yang tersumbat, yang menghasilkan zat-zat yang menimbulkan iritasi daerah sekitarnya. Kelenjar tersebut terus membengkak, dan mungkin akan pecah, kemudian menyebarkan radang ke kulit daerah sekitarnya. Inilah yang menyebabkan jerawatbatu jenis yang paling mungkin, yaitu meninggalkan pigmentasi jangka panjang dan bekas luka seperti cacar yang permanen.]

MITOS MITOS TENTANG PENYEBAB ACNE
Kadang-kadang terdengar orang-orang bilang atau mengira bahwa acne terjadi karena:
a.makan makanan tertentu atau oleh alergi makanan
acne terjadi terutama oleh pengaruh hormon dan/atau faktor keturunan (genetik)

b.kekurangan vitamin
manusia yang super sehat tanpa kekurangan vitamin bisa juga mendapat acne
c..pengeluaran keringat
pembentukan lemak kulit tidak ada hubungannya dengan berkeringat -
 infeksi acne bisa menyebabkan infeksi, bukan sebaliknya 
d.ketegangan atau stres
Ini justru sebaliknya: mempunyai jerawat yang parah bisa mengundang ketegangan jiwa pada banyak wanita muda


Nach..segitu dulu akh..pembahasan ttg salah satu penyakit kulit...lain kali disambung pada KANKER KULIT yang kebanyakan orang menyepelekannya...tapi ups...tergantung juga pada teman2x ada yang masih mau tahu nggak ttg kanker kulit tsb...hehehe...
Tolong maafin saya ya jika dalam pembahasannya kurang dimengerti/dipahami...
Yuk...kita jaga kesehatan tubuh dan jiwa kita dan nikmati keindahan hidup ini...

Shatin(Hongkong),27 Nov 2010
winter season

Selasa, 05 Juni 2012

SHALAT DAN PUNGSINYA

“ Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (al-Qur’an) dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaanya dari ibadat-ibadat lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.(QS. Al Ankabut, 29:45)

SHALAT: Definisi dan Pengertiannya Secara Umum
Salat, merupakan salah satu rukun Islam ke dua dari lima rukun yang harus dikerjakan oleh umat Islam diseluruh penjuru dunia, sejak diturunkannya hingga menjelang hari kiamat. Dan jika kita mau menteliti lebih jauh tentang praktek solat yang kita kerjakan setiap hari, maka pasti akan kita temukan bahwa, shalat pada dasarnya mengandung bebagai macam do’a dan permohonan yang ditujukan kepada penguasa jagad raya, namun dalam pelaksanaannya ia mempunyai sarat-sarat khusus yang harus dipenuhi demi mencapai kesempurnaan. Adapun penggunaan kata salat yang berarti do’a dapat kita temukan didalam al-qur’an:
(وصل عليهم ان صلاتك سكن لهم) أى أدع لهم
“berdoalah kamu untuk mereka karna sesungguhnya do’amu adalah ketenangan bagi mereka”.
Sehingga, secara etimologi shalat bisa diartikan sebagai do’a, seperti contoh yang sudah kami kemukakan diatas. Selain bermakna do’a salat juga mempunyai banyak arti diantaranya; rahmat, barokah, dan ta’dzim yang contoh-contohnya banyak kita temukan dalam al-qur’an.
Sedangkan pengertian salat dalam hukum Islam, adalah praktek ibadah wajib, yang didalamnya mengandung ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan, yang diawali dengan takbir (takbiratul ihram) bersamaan dengan niat, dan diakhiri dengan salam .

Kedudukan dan Posisi Salat
Salat adalah tiangnya agama
Syiar Islam yang utama
 
SHALAT: Hikmah dan Pengaruhnya Terhadap Pembentukan Mental

Secara garis besar “hikmah” adalah, mengenal dan memahami apa rahasia dari segala sesuatu yang ada di dunia ini. Sehubungan dengan pengertian hikmah tersebut dalam pembahasan ini kita akan meneliti tentang apa sebenarnya rahasia yang terkandung didalam shalat serta pengaruhnya kepada musalli. Namun perlu di fahami bahwa tidak semua orang yang sudah melaksanakan shalat akan selalu mendapatkan hikmah yang sudah di janjikan oleh Allah kepadanya (musalli), karna berhasil atau tidak seorang musalli dalam meraih hikmah shalat, sebenarnya tergantung kepada kesungguhan dan usaha mereka dalam mengerjakan shalat itu sendiri. Oleh karenanya mengapa al-qur’an ataupun hadist-hadis Nabi yang sahih dalam menyerukan perintah untuk shalat tidak pernah menggunakan istilah “ kerjakanlah shalat” melainkan “dirikanlah shalat”?. Hal ini karena memang terdapat perbedaan yang significan (penting) diantara kedua istilah tersebut. Dengan memilih istilah dirikanlah shalat, Allah telah memberikan isyarat kepada setiap musalli dalam pelaksanaan shalat, agar bisa membuahkan hasil nyata dalam kehidupan riil sehari-hari, janganlah berpedoman hanya sekedar formalitas untuk menggugurkan kewajiban agama, melainkan harus kita tanamkan kesungguhan dan komitment yang tinggi dalam hati, yaitu dengan memenuhi segala syarat, rukun sunnah, larangan shalat secara sempurna, serta segala sesuatu yang merupakan bagian dari kesempurnaan shalat.
I. Menegakkan kebenaran dan mencegah kemungkaran
Dalam dunia ini tuhan yang maha pengasih telah menciptakan segala sesuatu secara berpasang-pasangan, ini sudah menjadi sunnatullah yang sudah tidak bisa di ingkari kebenarannya. Separti halnya di ciptakannya siang pasti ada juga malam, ada yang kaya dan ada pula yang miskin, ada yang tampan ada juga yang jelek. Begitu pula manusia dalam mengarungi kehidupan ini pasti akan senantiasa dihadapkan kepada dua jalan yang harus kita pilih; jalan yang benar, dan jalan yang sesat. Akan tetapi permasalahanya setan dan sekutunya tidak akan pernah membiarkan kita menapaki jalan yang benar, mereka akan selalu menggoda kita melalui berbagai macam daya dan upaya agar manusia terjerumus dalam lubang kenistaan. Namun bagi kamu muslimin yang ingin menghindarinya, Allah sudah menyiapkan penangkalnya, yaitu dengan cara berserah diri kepada Allah, dengan cara melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Diantaranya dengan mendirikan shalat, Allah s.w.t berfirman:
“ dan dirikanlah shalat, karena sesungguhnya shalat itu dapat mencegah dari yang keji dan mungkar”. (QS. Al-Ankabut ……….)
“jadikanlah sabar dan shalat sebagi penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusy’. (Al-Baqarah 2:45)
“sesungguhnya telah mendapat kemenangan orang-orang yang beriman. Yaitu orang yang khusu’ dalam shalat mereka. Dan orang yang berpaling dari perkara-perkara yang tidak berguna”. (Al-Mu’minun 23: 1-3)
Dari ayat-ayat diatas dapat kita ketahui bahwa salah satu kunci kebehasilan untuk bisa terhindar dari perbuatan keji dan mungkar adalah dengan mendirikan shalat, yaitu memenuhi sunnah-sunnahnya, rukun-rukunnya, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kesempurnaan shalat, maka sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang telah mendapatkan kemenangan. Akan tetapi tuhan juga mengingatkan bahwa kunci keberhasilan itu sulit di lakukan kecuali bagi mereka yang serius(khusyu’) dan berkomitmen tinggi, sehingga mereka dalam melakukan shalat bisa bersungguh-sungguh dan menjadi ringan dalam beribadah tanpa ada hambatan sedikitpun. Nah apabila seorang muslim sudah mampu mendirikan shalat secara benar dan istiqomah (terus-menerus), maka tanpa disadari sedikit demi sedikit mereka akan menghilangkan atribut apapun yang ada dipundaknya (pangkat, jabatan maupun kekayaan), ego-nyapun yang selama ini merupakan pusat kendali anggota tubuh, akan serta-merta terkikis habis. Ia akan sadar bahwa satu-satunya julukan yang pantas bagi mereka, yaitu sebagai bagian dari alam yang bernama manusia, yang mempunyai segala bentuk kelemahan dan kekurangan. Oleh karenanya segala perbuatan yang hedak dilakukannya secara naluri akan terfilter dengan sendirinya, karna dirinya selalu sedang diawasi oleh yang maha Esa, dia akan selalu ingat bahwa Allah lebih dekat dari pada urat nadi dan mengetahui segala sesuatu yang ia kerjakan .
Secara logika, apabila hati dan nurani terus menerus diasah oleh rasa tawadlu, rendah diri, dan menyadari bahwa mereka adalah hamba Allah yang hina dina dan tercipta hanya semat-mata untuk beribadah kepada-Nya, maka hati kita akan menjadi sangat tajam dan bersih dari kotor karat yang bisa memudarkan kejernihannya. Maka begitu shalat selesai, musalli telah memiliki kekuatan baru yang di peroleh dari hasil kerja ruhani yang didirikannya. Dan nur cahaya ilahi akan segera membias ke seluruh tubuh musalli, jiwanyapun akan tercerahkan olehnya. Ia akan merasa ringan dan mantap dalam mengerjakan segala hal yang menjadi keinginannya, kemantapan inilah yang membantunya meraih kesuksesan dalam hidup dan berimplikasi kepada semua tindakan dan perbuatan yang akan dilakukannya, tanpa bisa terbujuk oleh rayuan setan yang menyesatkan. Prof.H. A. Rivay Siregar dalam bukunya Tasawuf dari Sufisme Klasik ke Neo-Sufisme menjelaskan bahwa, apabila hati sudah bersih dari noda dan sifat tercela, maka berarti manusia telah kembali kepada kemanusiaannya yang hakiki sehingga ia akan merefleksikan kebenaran sebagaimana adanya. Karena kata hati dan mata hati telah terbebas dari pernghalang antara dia dan realitas, maka ia akan dapat “menangkap kebenaran” dari sumber aslinya. Wawasannya akan terbebas dari kepentingan diri sendiri dan terhindar dari kekeliruan.
Kalau kita amati lebih jauh, kiranya dapat kita fahami bahwa apabila aqidah sudah kita tanamkan dalam lubuk hati yang paling dalam, dan ibadah kita laksanakan secara benar, maka akan melahirkan akhlak (moral) yang terpuji. Hal ini terbukti bahwa sistimatik pengajaran Islam yang diterapkan oleh rasulullah s.a.w, terutama pengajaran yang dimulai di kota makkah dan kemudian dilanjutkan di madinah, beliau mulai dengan pembersiahan akidah terlebih dahulu dari segala gejala syirik, kurafat dan takhyul. Kemudian dibarengi dengan pembinaan mental dan pemurnian akhlak. Kurang lebih dua tahun lagi menjelang hijrah kemadinah, ketika beliau di isra’/mi’rajkan, maka datanglah perintah shalat lima waktu dalam sehari semalam. Dari penjelasan diatasa kiranya dapat kita fahami bahwa antara akidah, ibadah, dan akhlak merupakan tiga serangkai yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Pemantapan dan pemurnian akidah akan mendorong manusia untuk dapat melaksanakan ibadah secara ikhlash hanya kepada Allah, sehingga melahirkan akhlak yang mulia.

II. Memberikan ketenangan jiwa
Pada dasarnya jiwa manusia akan dilanda kehampaan fikiran dan keletihan jiwa setelah begitu lama dihadapkan dengan urusan-urusan dunia, hatinyapun sering kali merasa gelisah dalam menghadapi cobaan yang datang silih berganti. Mereka tidak tahu harus bagaimana menghadapinya karna keterbatasan akal fikiran yang dimiliki, sehingga mereka membutuhkan tempat mengadu, mencari ketenangan, serta jalan keluarnya. Ibarat seorang pengembara, maka pada suatu saat dia akan berhenti sejenak untuk bertanya arah yang benar sehingga ia bisa sampai kepada tempat yang diinginkan, ataupun berhenti untuk sekedar beristirahat menghilangkan segala penat dan melengkapi bekal perjalanan yang ia butuhkan. Begitulah kiranya gambaran jiwa dan raga kita, pada suatu masa membutuhkan tempat untuk beristirahat dan menenangkan diri setelah sekian lama bergelut dengan urusan-urusan duniawi.
Oleh karenanya Allah mewajibkan Salat sebanyak lima kali dalam sehari, sebagai tempat peristirahatan jiwa dan raga kita. Karna pada hakikatnya shalat adalah sarana yang tepat untuk memenuhi kebutuhan jiwa kita, sehingga ia akan terlepas dari belenggu yang disebabkan oleh hal-hal yang bersifat duniawi (materi). Jika dalam sehari semalam kita hanya disibukkan oleh urusan-urusan duniawi saja, tanpa memperhatikan kebutuhan rohani sehingga tidak ada keseimbangan diantara keduanya, maka pada saat itulah kita sudah menggadaikan ketenangan dan ketentraman jiwa kita yang sebenarnya merupakan kekayaan hakiki yang tidak bisa di di tandingi oleh kekayaan materi. Kondisi kita akan terbelenggu oleh hasrat duniawiah; seperti tamak akan harta benda, ambisi mendapatkan kedudukan yang tinggi, dan keinginan untuk selalu mengikuti hawanafsu yang hanya menjanjikan kesenangan dan kebahagiaan semu. Untuk mengembalikan keseimbangan jiwa dan raga seperti sedia kala dan menempatkan ruhani kembali kepada hakikatnya, maka kita harus banyak mengingat dan beribadah kepadan-Nya, karna dengan mengingat-Nya hati kita akan menemukan sebuah ketenangan dan kedamaian, “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah, ingatlah,sesungguhnya dengan mengingat Allah hatimu akan menjadi tentram. ( Arra’d 13:28)
Secara garis besar dalam pelaksanaannya, salat akan sangat berma’na jika terpenuhi tiga hal berikut ini:
1. Hati yang khusu’, serta jiwa yang bersih, dalam menghadap Ilahi
2. Lisan tak henti-hentinya memanjatkan dzikir dan do’a
3. Anggota badan merealisasikan bentuk pengagungan kita kepada Ilahi dengan gerakan-gerakan yang sudah di tentukan oleh Nabi
Tiga persyaratan diatas, merupakan satu kesatuan yang harus dilakukan oleh musalli, dan tidak boleh terpisah-pisahkan. Didalam shalat kita harus benar-benar memusatkan fikiran kepada satu objek(Allah), dan mencoba untuk berserah diri secara utuh, bahwa kita adalah seorang hamba yang hina yang sedang menghadap Tuhannya, lisan kitapun melakukan dzikir dan doa, diiringi dengan gerakan-gerakan yang dilakukan oleh anggota tubuh, seperti melaksanakan takbir, ruku’, sujud duduk iftirasy, dan sebagainya. Keadaan inilah yang sering kita kenal dengan istilah “khusu’”(berserah diri seutuhnya), sehingga kita akan merasakan kekosongan pikiran, terlepas dari semua beban yang ada, rasa benci, sakit hati, iri, dengki, dan sifat-sifat buruk lainnya akan sirna, karna ruh kita hanya tertuju kepada Allah semata. Sehingga jiwa kita akan kembali fitrah, dan tidak akan mudah terpengaruh oleh dorongan hawa nafsu. Allah telah mencerakan hatinya, menyegarkan jiwnya, dan menurunkan hidayah kepadanya, sebagai bekal untuk menghadapi berbagai tantangan dalam arena kehidupan ini.
Proses inilah yang akan menghantarkan seorang muslim mencapai satu titik, dimana jiwa dan raga kita akan sambung kepada Dzat yang maha tinggi, dan berserah diri dengan sepenuh hati. Kita akan serta-merta terlepas dari semua beban dan masalah yang sedang kita hadapi, karna jiwa, lisan, dan tubuh, terpusatkan sepenuhnya untuk berserah diri dihadapan Ilahi. Sehingga setelah menyelesaikan salat, musalli akan mendapatkan suasana yang sama sekali baru; dia akan selalu mantap dan percaya diri dalam melanjutkan aktivitasnya, fikirannya akan kembali jernih seperti baru bangun dari tidur, dan tubuhpun akan terasa segar kembali, karna jiwa dan raganya sudah tercerahkan oleh nur Ilahi, kondisi inilah yang sering kita kenal dengan “Nafs muthmainnah” (jiwa yang tenang). Dilihat dari psikologi manusia, maka jiwa yang tenang dapat dikatakan sebagai “klimaks dari kebahagiaan”, puncak dari kenikmatan hidup manusia di dunia dan merupkan wilayah tertinggi dari perkembangan rohani manusia dan kemanusiaan. Dalam suasana dan kondisi yang demikianlah manusia menemukan rasa kebebasan rohaniahnya, merdeka dari segala godaan, bahagia sentosa dalam suasana aman dan damai tanpa kekhawatiran dan duka cita. ....”barang siapa menyerahkan jiwa raganya kepada Allah seraya ia berbuat kebaikan, baginya pahala dari sisi Tuhannya. Mereka tidak ada rasa kekhawatiran dan tiada pula dukacita” (QS. 2:122)
Abu Sangkan dalam bukunya”pelatihan shalat khusyu’”menjelaskan, bahwa shalat merupakan suatu aktivitas jiwa yang termasuk dalam kajian ilmu psikologi transpersonal, karna shalat adalah proses perjalanan spiritual yang penuh makna yang dilakukan seorang manusia untuk menemui Tuhan semesta alam. Salat dapat menjernihkan jiwa dan mengangkat pesolat untuk mencapai taraf kesadaran yang lebih tinggi, dan pengalaman puncak.
Maka benarlah kiranya ketika al-Qur’an menjelaskan bahwa:
“sesungguhnya manusia itu dijadikan(bersifat) loba dan kikir. Mengeluh apabila kesusahan menimpanya, dan kikir apabila dianugerahi oleh kebaikan (keuntungan). Kecuali orang-orang yang shalat. yang kepada shalat mereka selalu mendirikannya”.(Al-Ma’aarij:19-23)
“ٍان صلاتي ونسكي ومحياى ومماتى لله رب العالمين ”
(Sesungguhnya, salatku, ibadahku, hidup dan matiku, hanya untuk Allah semata) (Al-An’am:162)
Sebab itulah orang yang beriman dan selalu menjaga kesempurnaan shalatnya akan selalu ingat akan firman Allah:
”supaya kamu tidak berputus asa karena ada yang luput daripadamu dan supaya jangan terlalu gembira dengan apa yang datang kepadamu, dan Allah tidak suka kepada orang-orang yang angkuh lagi sombong”(Al-Hadist:23)
“karena sesungguhnya beserta kesukaran itu ada kelapangan” (Al-Insyirah:5-6)

III. Melatih Kedisiplinan
Akhir-akhir ini banyak sekali kita temui berbagai macam tindakan yang tidak mencerminkan kedisiplinan terjadi diberbagai bidang lini kehidupan, hal ini mempunyai faktor penyebab yang bervariatif. Sehingga berimplikasi kepada kemunduran etika dan moral masyarakat yang tercermin dalam tindakan nyata sehari-hari, maupun profesialisme didalam segala bidang; ibadah, pekerjaan, pemerintahan dan sebagainya. Untuk memulihkan rasa disiplin tersebut sepatutnya kita harus mempunyai kesabaran, kesadaran, dan pendirian yang tinggi terhadap segala sesuatu yang telah menjadi tanggung jawab dan kewajiban yang harus kita kerjakan sesuai dengan aturan main yang telah ditentukan.
Salah satu hikmah shalat selain dari dua perkara yang sudah kita bahas di atas adalah, mendidik musalli untuk selalu disiplin dalam menjalankannya, sesuai dengan waktu dan bilangannya yang dipraktekkan melalui gerakan-gerakan tubuh, lisan (bacaan shalat) dan hati(niat). Itulah sebagian dari kewajiban seorang musalli dalam melaksanaan shalat yang menuntut kedisiplinan. Dan apabila ia berhasil memenuhinya dengan tulus dan ikhlas semata-mata mencari ridla Tuhan, secara umum akan dapat dipastikan bahwa ia akan bisa mencerminkan sikap disiplin dalam kehidupannya.
“Maka hendaklah kamu mendirikan shalat, karena sesungguhnya shalat itu atas orang-orang mukmin adalah merupakan kewajiban yang telah ditentukan waktunya”(An-Nisa’ :103)
“Jadikanlah sabar dan Shalat sebagi penlongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh amat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka kembali kepada-Nya” (Al-Baqarah 2: 45-46)
Dari ayat-ayat diatas mencerminkan pengertian bahwa sesungguhnya melaksanakan shalat dengan sempurna begitu sulit dan berat untuk dilaksanakan, kecuali bagi mereka yang beriman dan mempunyai kesadaran yang tinggi bahwa kepada Dia-lah kita semua akan kembali dan mempertanggung jawabkan segala sesuatu yang telah kita lakukan di atas bumi ini. Didalam shalat musalli dituntut untuk bisa melaksanakan semua gerakan-gerakan; badan, jiwa, dan akal fikiran sesuai dengan perintah Allah yang didemonstasikan oleh Nabi di depan para sahabat-sahabatnya “ Shalatlah kamu sebagaimana kamu lihat aku shalat” ( H.R. Bukhari dan Muslim). Nabi s.a.w juga pernah ditanya oleh sahabat Ibnu Mas’ud r.a:
“Apakah amalan yang paling disukai leh Allah s.w.t?
Rasul menjawab : mendirikan shalat di awal waktunya.
Saya bertanya lagi : sesudah itu apa?
Rasul menjawab : berbuat baik kepada ibu dan bapa
Saya bertanya lagi : sesudah itu apa lagi?
Rasul menjawab : jihad dijalan Allah
(H.R. Bukhari dan Muslim)

Jelaslah kiranya bahwa dengan menjalankan ibadah shalat, sekaligus kita sudah melatih kedisiplinan kita dalam mentaati semua peraturan yang berlaku, yang akan di representasikan dalam kehidupan nyata, sehingga didalam setiap gerak langkahnya akan tercermin kedisiplinan yang tinggi. Adapun cermin kedisiplinan dalam praktek ibadah shalat seluruhnya tersimpul didalam syarat-syarat, rukun-rukun dan segala sesuatu yang merupakan bagian dari kesempurnaan shalat dapat kita cermati sebagai berikut:

Cermin kedisiplinan musalli sebelum memasuki shalat

1. memperhatikan waktu shalat
“Sesungguhnya shalat itu atas orang mukmin adalah merupaakan kewajiban yang telah ditentukan”(An-Nisa’ :103)
2. menyempurnakan wudlu’
“ Hai orang-orang yang beriman! Apabila kamu mau mendirikan shalat, hendaklah cuci mukamu, dan tanganmu sampai ke siku dan usaplah kepalamu, dan cucilah kakimu sampai dua mata kaki dan jika kamu dalam keadaan junub, maka hendaklah kamu bersuci (mandi)” (Al-Maidah :6)
“Allah tidak menerima shalat seseorang di antara kamu apabila ia berhadast, sehingga ia berwudlu” (H.R. Bukhari dan Muslim)
3. memakai pakaian yang bersih serta suci dari najis
(Carikan dalilnya )
4. menutup aurat secara sempurna
(Carikan dalilnya )
5. menghadap ke arah kiblat
“Sesungguhnya kami telah melihat mukamu berpaling-paling ke langit, lamu kamu palingkan engkau ke arah qiblat yang engkau rida’i, karena itu palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana-mana saja kamu berada, hendaklah kamu palingkan mukamu ke arah fihaknya” (Al-Baqarah :144)
“Apabila engkau hendak mendirikan shalat, maka sempurnakanlah wudlu’mu, kemudian menghadaplah ke arah kiblat” (H.R. Muslim)
6. menyempurnakan perbuatan yang di anjurkan untuk dikerjakan sebelum memasuki praktek shalat, seperti bersiwak, berwangi-wangian, dsb.
“ Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah bersabda: seandainya tidak (takut) memberatkan kepada umatku, maka saya memerintahkan mereka untuk ber-siwak setiap akan melaksanakan shalat” (H.R. Muslim)
7. Didalam praktek shalat berjamaah kita harus meluruskan barisan, karna hal itu merupakan bagian dari kesempurnaan shalat
“Luruskanlah barisanmu, karena meluruskan barisan merupakan bagian dari kesempurnaan shalat” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Cermin kedisiplinan musalli ditengah-tengah shalat

1. Bagi seorang ma’mum dilarang untuk mendahului daripada gerakan imam
“ Wahai manusia, aku adalah imam kamu semua. Maka janganlah kamu mendahului aku diwaktu ruku’ dan janganlah kamu mendahului aku di waktu sujud, juga jangan waktu berdiri , duduk, maupun salam(H.R. Ahmad dan Muslim).
2. Niat
“ Sesungguhnya segala perbuatan itu hendaklah disertai dengan niat. Dan seseorang diganjar sesuai dengan niatnya” (H.R. Bukhari dan Muslim)
3. Diwajibkan berdiri bagi yang mampu dalam setiap shalat fardlu
“ Berkata ‘Amran Bin Husain: saya berpenyakit bawazir, maka saya menanyakannya kepada Nabi: shalatlah dengan berdiri, kalau engkau tidak sangup, shalatlah dengan duduk, apabila masih tidak mampu, maka shalatlah dengan berbaring” (H.R. Bukhari)
4. Takbiratul ihram. Membaca fatihah, ruku’, i’tidal serta tuma’ninah, sujud, duduk diantara dua sujud, duduk akhir
“ Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.: Sesungguhnya Nabi s.a.w. pernah masuk kedalam masjid, kemudian bersabda: apabila kamu berdiri shalat bertakbirlah, lalu bacalah ayat yang mudah bagimu, kemudian ruku’lah sehingga tuma’ninah dalam keadaan ruku’, lalu bangkitlah sehingga i’tidal dalam keadaan berdiri, kemudian sujudlah sehingga tuma’ninah dalam keadaan sujud, kemudian bangkitlah sehingga tum’aninah dalam keadaan duduk, kemudian sujudlah sehingga tuma’ninah dalam keadaan sudud, kemudian berbuatlah demikian dalam semua shalatmu” (H.R. Bukhari dan Muslim)
5. Membaca tasyahhud akhir
6. Membaca salawat atas Nabi Muhammad s.a.w
7. Salam
“ Aku melihat Nabi s.a.w memberi salam ke kanan dan ke kiri sehingga kelihatan putih pipinya” (H.R. Ahamad, Muslim, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)
8. Tertib dalam pelaksanaan semua rukun-rukun shalat.
“Shalatlah sebagaimana kamu melihat aku shalat” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Jelaslah, bahwa shalat merupakan sebuah kewajiban bagi semua kaum muslimin, yang telah ditentukan waktu dan tatacara mengerjakannya. Dengan demikian meskipun kita telah mahir di bidang agama sekalipun, akan tetapi tidak ada hak sedikitpun bagi kita untuk menciptakan sendiri gerakan –gerakan shalat ataupun bacaannya, karna semuanya sudah menjadi hak mutlak Allah sedangkan kewajiban kita adalah mentaati dan menjalankannya dengan baik dan sempurna. Tentunya untuk mencapai taraf pelaksanaan yang baik dan sempurna diatas maka diperlukan kedisiplinan yang tinggi dalam menjalankannya.
T.A. Lathief Rousydy dalam bukunya Ruh Shalat dan Hikmahnya menjelaskan bahwa shalat sekaligus melatih musalli supaya berdisiplin dan patuh kepada aturan-aturan yang telah ditetapkan. Beliau juga menjelaskan bahwa mulai dari yang bersifat gerakan badan, sampai kepada bacaan, serta niat yang diucapkan oleh hati, semuanya haruslah sesuai dengan sunnah yang telah di diskribsikan dan di praktekan langsung oleh beliau Muhammad pembawa risalah Ilahi.

TATTO

Buat kalangan tertentu, seni merajah tubuh (tato) memang masih dianggap tabu. Di mata mereka, paling tidak tato dipandang bercitra buruk: sarat kekerasan dan cenderung dekat dengan
dunia kejahatan. Namun seiring dengan perkembangan zaman, kini tato juga dipandang bagian dari ‘produk' kecantikan. Kaum penggemarnya pun makin meluas hingga ke kalangan selebriti, olahragawan, eksekutif muda, remaja, dan ibu-ibu rumah tangga.

Terutama bagi kalangan remaja, perkembangannya begitu pesat. Berdasarkan sebuah survei di Amerika Serikat yang dilakukan dua tahun lalu, sekitar 36% remaja (usia 14 tahun) di negeri itu, hampir dipastikan di tubuhnya ada rajahan tokoh-tokoh idola, bunga, serta berbagai ornamen lainnya.

Namun, di sisi lain, ada fenomena yang berbeda. Alih-alih populasi penggemarnya terus meningkat, arus balik dari kaum bertato pun tak kalah derasnya. Untuk soal yang terakhir itu, bisa disimak dari hasil survei terbaru pada akhir tahun lalu. Dalam survei tersebut diungkapkan bahwa dari sekitar 10 juta orang yang bertato, 50% di antaranya ternyata malah berniat menghilangkan rajahan itu. Banyak alasan yang dikemukakan mereka. Mulai dari sulit mencari pekerjaan hingga merasa bosan. Bahkan tak sedikit di antaranya yang menyatakan menyesal.

Jika dicermati lebih jauh, dari mereka yang menyesal, ternyata ada motif yang menarik. Kata mereka, tato juga berdampak buruk terhadap kesehatan. Salah satu contohnya, seperti yang dialami oleh Karl Fredrik Ljungberg, pesepak bola hebat yang kini bermain di Arsenal. Sudah sembilan tahun pria yang kini berusia 30 tahun ini bergabung di klub papan atas Liga Inggris itu. Tapi, kehebatannya mengocek bola di lapangan, nyaris tak pernah terlihat lagi, paling tidak, selama tiga tahun terakhir. Pasalnya, sejak saat itu, ia lebih sering duduk di bangku cadangan.

Ternyata sang pelatih Arsenal mempunyai alasan kuat untuk mengistirahatkan Ljungberg selama itu. Gara-garanya, pemain berkebangsaan Swedia ini kerap terserang sakit kepala (migren) secara tiba-tiba dan tanpa sebab. Celakanya pula, pusing di kepalanya itu bisa berlangsung selama dua minggu.

Tak kurang dari tim dokter yang menanganinya pun dibuat puyeng. Mereka membutuhkan waktu lebih dari setahun untuk melacak penyakit sang idola. Semula, tim dokter menyangka bahwa pusing di kepala Ljungberg karena kanker. Tapi, setelah melalui proses pemeriksaan yang panjang, akhirnya (pada Mei 2005) ketahuan juga biang keroknya: karena racun yang berasal dari tinta tato di tubuhnya.

Layaknya kebanyakan selebriti dunia, begitu pula yang dilakukan Ljungberg. Ia merajah tubuhnya dengan dua gambar panther (macan kumbang), masing-masing di sisi kanan perut dan punggungnya. Menurut dokter yang memeriksanya, Ljungberg ternyata alergi dengan tinta tato. Dan alergi ini menimbulkan reaksi pada jaringan getah bening yang ada di pinggang, sehingga menyebabkan peradangan pada jaringan saraf. Saraf yang terganggu inilah yang ditenggarai memicu migren.

Kasus hampir serupa juga dialami oleh seorang remaja yang tinggal di Burlington, Vermont, Amerika. Bahkan efek buruk yang dirasakan oleh pemuda berusia 19 tahun ini lebih hebat lagi. Gara-gara rajahan di tubuhnya, ia divonis mengidap penyakit amat berbahaya dan belum ada obatnya, yakni systemic lupus erythematosus (Lupus). Menurut dokter yang menanganinya, ia bisa terjangkit Lupus karena tercemar virus yang berasal dari jarum tato.

Sejatinya pula, mereka yang gemar merajah tubuh memang berisiko tinggi terserang berbagai penyakit. Soalnya, merajah juga berarti melukai badan. "Dari luka inilah lazimnya banyak bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh," ujar Dr. Irma Bernadette Simbolon, dermatovenereulogist (dokter ahli kulit) dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Bahkan rasa sakit itu telah dirasakan sejak awal, ketika jarum tato mulai menusuk-nusuk bagian tubuh yang dirajah. Kerap, luka yang ditimbulkannya pun mengakibatkan iritasi sehingga berpeluang terinfeksi. Jika begitu kejadiannya, si ‘korban' akan mengalami demam dengan suhu tinggi. Dengan kondisi selemah itu, niscaya tubuh semakin rentan terserang bibit penyakit.

Biaya Menghapusnya Sangat Mahal

Risiko lainnya adalah kemungkinan buruk yang ditimbulkan oleh jarum tato. Karena sering digunakan berkali-kali, sehingga berpeluang terkontaminasi bibit penyakit jadi lebih leluasa menular. Dan penularan jadi lebih efektif karena jarum kerap menusuk hingga ke pembuluh darah serta jaringan saraf. Agar aman, seharusnya setiap jarum dipastikan dalam keadaan steril dan hanya digunakan sekali saja.

Begitu pula halnya dengan tinta tato. Umumnya yang banyak beredar di pasaran, tinta itu dibuat dari bahan kimia yang patut dikelompokkan ke dalam unsur logam berat, seperti arsenik, mercury, perak, emas, dan bismuth, yang berbahaya buat kesehatan. Lain halnya dengan tinta tato yang biasa digunakan oleh sejumlah penduduk asli di pedalaman. Karena dibuat dari ramuan tumbuhan-tumbuhan, tinta itu cenderung lebih aman.

Dalam ilmu kedokteran, merajah tubuh didefinisikan sebagai tindakan sengaja yang berpotensi menimbulkan kelainan pada kulit. Selain karena tato, kelainan pada kulit juga bisa disebabkan oleh sengatan sinar matahari yang berlebihan, pengaruh obat-obatan, dan terkena bahan kimia. Dan prinsipnya, semakin luas permukaan tubuh yang ditato, maka akan semakin besar pula risiko gangguannya. "Jika gambar tatonya sudah mencapai setengah dari permukaan tubuh, besar kemungkinan tubuh orang tersebut sudah keracunan," kata Irma.

Boleh jadi karena didorong oleh kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, menurut Irma, tren kalangan bertato yang berniat menghilangkan rajahan di tubuhnya belakangan ini cukup tinggi. Lihat saja mereka yang datang ke kliniknya. "Dalam sebulan, rata-rata saya menangani tiga pasien yang ingin menghilangkan gambar tatonya," ujar dokter yang juga menjadi staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Prinsipnya, untuk menghilangkan tato, lapisan kulit yang terajah harus dikelupas atau dibakar. Untuk itu, teknik terbaru yang paling diminati adalah dengan sinar laser (Q-switched laser), yang di Indonesia mulai dikenal sejak 1990. Keunggulan dari cara ini tidak akan menimbulkan rasa sakit. Hal itu memungkinkan karena sebelum dilakukan penyinaran, si pasien akan dibius lokal. Selain itu, hasilnya pun bisa maksimal, yakni gambar rajahan bisa dihilangkan secara tuntas.

Kalau saja ada kekurangannya, itu adalah biayanya yang tak sedikit. Untuk ukuran kebanyakan, biaya itu bahkan terbilang amat mahal. Hanya untuk menghilangkan tato seukuran kartu kredit, minimal dibutuhkan Rp 50 juta-masih jauh lebih mahal ketimbang ongkos untuk merajahnya yang berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Bayangkan, berapa ongkos yang harus dikeluarkan untuk menghilangkan rajahan yang ada di seluruh tubuh?

Biaya menghapus tato dengan teknik Q-switched bisa jadi mahal karena investasinya memang tergolong tinggi. Hanya untuk pengadaan peralatannya saja dibutuhkan modal sampai Rp 1 miliar.

Dengan tato, karena merasa lebih gagah atau cantik, memang bisa mendorong seseorang jadi tambah percaya diri. Tapi, jika mengingat efek buruknya, kegemaran yang satu ini jadi begitu menakutkan. Boro-boro bisa pamer keindahan, kita malah berisiko terjangkit penyakit berbahaya. Karena itu, masih berminat dirajah?

Pandangan para pakar hukum Islam mengenai konsumsi masyarakat terhadap tatto
Jika demikian kondisi sebenarnya dari tatto dilihat dari pandangan medis, maka ada beberapa pendapat dari para pakar hukum Islam menyikapi fenomena semakin merebaknya tatto di masyarakat.
Dalam fikih Islam klasik, pro dan kontra yang timbul pada permasalahan tatto bukanlah semata – mata berada pada kisaran boleh atau tidaknya menorehkan tatto pada tubuh kita. Karena mayoritas ulama setuju dengan pengharaman tatto karena dua alasan pokok: (1) mengandung unsur menyakiti diri sendiri (Dharar). Dan (2) dianggap sebagai orang yang kufur akan nikmat Allah karena telah merubah ciptaan Allah. Dan (3) memiliki tatto menyebabkan seseorang tidak sah sholatnya, karena tidak memenuhi syarat sahnya sholat : suci pakaian dan badan, dan tempat. Hal ini dikarenakan tinta atau zat pewarna yang digunakan dalam tatto dianggap najis karena bisa dipastikan terkena atau tercampur darah saat proses penusukan jarum tatto. Serta ada anggapan bahwa (4) tatto dapat menghalangi air masuk ke dalam kulit ketika berwudlu dan juga mandi besar.
Meskipun demikian, Sebagian kelompok yang agak toleran menyatakan bahwa yang membuat tatto itu haram adalah proses membuatnya. Adapun masalah tinta yang menutupi kulit, maka sebenarnya tidak demikian. Sebab, sebagaimana keterangan medis,  pada tato, tidak ada lapisan yang menghalangi kulit dari terkena basah air. Hal ini karena tinta tatto itu bukan merupakan selaput yang menutup kulit, melainkan tinta yang masuk ke dalam bagian dalam kulit.
Banyak perbedaan pendapat justru muncul pada keharusan menghapus tatto. Menurut al-Syaikh ‘Abd al-Muhsin al-’Abbād, al-Imām al-Nawāwī, dan Ibnu Hajar, bila tatto dilakukan setelah baligh dengan kemauan sendiri, maka diwajibkan untuk menghilangkannya asalkan mengilangkan tatoo tersebut tidak sampai merusak anggota tubuh (kulit) yang tertatto atau menimbulkan rasa sakit yang di atas kewajaran. Bila demikian, maka tidak diharuskan menghilangkannya dan cukup bertaubat dan sah shalatnya.
Begitulah perdebatan yang terjadi di kalangan Fuqahā’, paling tidak ada dua hal penting yang dapat disimpulkan : (1) para Fuqahā’ juga menunjukkan bahwa, diinjau dari segi fikih, mashlahah pembuatan tatto lebih sedikit dari mafsadahnya. Dan (2) meskipun ada beberapa ahli fikih yang toleran dalam menyikapi permaslahan memasang maupun menghapus tatto, namun semuanya menekankan agar sebisa mungkin tatto dijauhi.

Memahami hadis tentang dilarangnya tatto : Tinjauan Sosial-Budaya
Bab ini, akan mencoba menjelaskan pokok bahasan dalam makalah ini (tatto dalam perspektif budaya), ditinjau dari hukum Islam ke-dua : hadis Nabi SAW. Sebuah teks hadits yang telah diriwayatkan oleh al- Bukhārī nomor 5476 berbunyi :
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ
 “Rasulullah melaknat wanita yang menyambung rambutnya, melakukan tato di wajahnya, menghilangkan rambut dari wajahnya, menyambung giginya, demi kecantikan, karena mereka telah merubah ciptaan Allah".
  Jika dikaji kulitas hadits tersebut maka akan dijumpai bahwa rantaian para rawi yang terdapat dalam sanad tersebut dapat dinilai shahih karena tidak ada satupun rawi di dalamnya dinilai “buruk”. Juga dari proses takhrīj, hadits ini menunjukkan banyaknya hadits pendukung yang juga diriwayatkan oleh para mukharrij lainnya seperti yang tercantum di bawah ini : Muslim no. 3966, Turmūdzī no. 2706, Nasā’ī no. 5011, 5018, 5019, 5020, 5157, 5158, 5159, Abū Dāwūd no. 3638, Ibn Mājah no. 1979, Ahmad no. 3687, 3749, 3759, 3760, 3881, 3919, 4010, 4058, 4114, 4171, 4196, 3202, dan 2533.
Untuk dapat memahami hadis dengan pemahaman yang benar dan tepat, haruslah diketahui kondisi yang meliputinya, serta di mana dan untuk tujuan apa ia diucapkan.[14]Adalah perlu dipertimbangkan bahwa sebagian hadis adalah berdasarkan suatu kebiasaan (baca : tradisi) temporer di masa itu. Karenanya, tak salah jika kita berpegang kepada makna kandungannya, bukan kepada maknanya secara literal, Inilah yang kemudian mendasari apa yang disebut dengan kontekstualisasi. Bahwa hadis – hadis Nabi terikat dengan kondisi masyarakat di zaman itu, dan para pembacanya, terikat dengan kondisi ia berada. Karenanya tak heran jika kontekstualisasi telah terjadi hampir di setiap proses pemahaman hadis Nabi.
Adapun  konteks sosio-historis saat hadis itu muncul, baik yang mikro maupun makro, dapat dibaca dari paparan Ibn Hajar al-’Asqalānī dalam Fath al-Bārī bi Syarh al-Bukhārī sebagaimana berikut :
al-Wāsyimāt adalah jam’ dari kata Wāsyimah yang berarti orang yang menatto, sedang al-Mustausyimāt adalah jam’ dari kata Musytausyimah yang berarti orang yang meminta ditatto…berkata para pakar bahasa (Arab): al-Wasym adalah menusukkan jarum atau benda lain (yang sepertinya) ke salah satu anggota tubuh sampai keluar darah, kemudian diberi sesuatu hingga berwarna hijau…Imām Abū Dāwūd dalam Sunan-nya menyebutkan: al-Wāsyimah adalah orang yang membuat tanda di wajahnya dengan pewarna ataupun tinta
Penjelasan ini mngindikasikan bahwa tattoo yang dimaksud pada zaman nabi adalah sudah sebagaimana klasifikasi yang dipaparkan pada bab pertama. Sehingga baik yang permanen maupun yang temporal, dua – duanya telah ada pada zaman Nabi SAW. Sehingga pelarangan ini berlaku bagi keduanya.
Dalam hal tatto temporal, keharaman ini didukung oleh firman Allah dalam al –Nisā’ ayat 119 yang berbunyi :
öNßg¨Y¯=ÅÊ_{ur öNßg¨Yt�ÏiYtB_{ur öNßg¯Rt�ãBUyur £`à6ÏnGu;ã‹n=sù šc#sŒ#uä ÉO»yè÷RF{$# öNåk¨Xz�ßDUyur žcçŽÉi�tóãŠn=sù šYù=yz «!$# 4 `tBur ɋς­Ftƒ z`»sÜø‹¤±9$# $wŠÏ9ur `ÏiB Âcrߊ «!$# ô‰s)sù t�Å¡yz $ZR#t�ó¡äz $YY�Î6•B ÇÊÊÒÈ
Artinya: “Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.”
Dalam tafsir Aisar al-Tafāsīr, Ibn Jauzī, dan al-Tsa’labī berpendapat bahwa makna kalimat mengubah ciptaan Allah salah satunya adalah dengan mentato
Kesimpulan
Pada akhirnya, setelah menilik beberapa permasalahan yang berkaitan dengan tatto dan juga respon yang timbul dari kalangan ulama dan juga para medis, maka pemakalah berkesimpulan bahwa pemasangan tatto dalam bentuk temporalnya ataupun permanen tidak diperbolehkan. Hal ini berdasarkan pertimbangan akan:
(1) banyaknya madlarat yang timbul dibandingkan maslahat yang ada pada pemakaian tatto baik dari segi kesehatan maupun hukum Islam (al-Mayaqqah fī adā’ al-Ahkām) Karena pada hakikatnya, dengan mentatto diri berarti sama dengan menyiksa diri. Menyiksa karena terasa sakit dalam proses membuatnya, juga menghilangkannya. Karena satu dari dua cara untuk  menghilangkannya adalah dengan disetrika atau anda dapat memilih teknologi laser yang biaya operasionalnya diperkirakan di atas 50 juta rupiah; dalam hal ini berlaku kaidah : “al-Dhararu Yuzāl.”
(2) Pemakaian tattoo mengandung unsur Syubhāt, karena kebanyakan kita tentu ‘Awwām  tentang bahan – bahan yang digunakan. Maka dalam hal ini berlaku Man ittaqā al-Syubhāt fa qad     fī ‘irdhihi wa dīnihi.
(3) Dari segi historis, perubahan persepsi tentang tattoo cenderung mengalami perubahan yang lebih jelek. Karena orientasi seni tak hanya bisa ditunjukkan dengan tattoo, tetapi masih banyak cara lain yang lebih elegan; dan
(4) Meskipun secara kultural, tattoo telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perkembangan masyarakat, hal ini tidak bisa serta merta dijadikan legitimasi akan bolehnya membuat tattoo. Budaya yang ada adalah netral dan sama sekali tidak mengindikasikan bahwa pemakaian tattoo dewasa ini “legal” dan “baik”.

Wa allāhu A’lam bi al-Shawāb

berkah taubat

Assalaamu alaikum warahmatullaahi wabarkaatuhu
Inilah kabar berita gembira bagi hamba Allah yang bertaubat dengan sungguh-sunggu:
  1. Hamba pilihan Allah, karena tidak semua makhluk-Nya bertaubat (QS An Nur 21)
  2. Diampuni Allah seluruh dosanya (QS Az Zumar 53), "Bila kalian melakukan dosa seluas langit dan bumi, lalu kalian menyesal, lalu kalian bertaubat dengan sungguh-sungguh, maka Allah menerima taubat kalian" (Hadist Qudsi)
  3. Allah akan mengubah keadaan hidupnya menjadi lebih baik, lebih tenang dan lebih bahagia (QS Al Furqon 70)
  4. Hatipun bersih (QS Asy Syams 9-10)
  5. Rizki berlimpah berkah (QS Nuh 10-12)
  6. Karakteristik bertaqwa (QS Ali Imron 135)
  7. Menolak bala bencana (QS Al Anfal 33)
  8. Kunci sukses (QS Al Qoshosh 67 dan An Nur 31)
  9. Tenang bahagia (QS Hud 3)
  10. Dicintai Allah (QS Al Baqoroh 22)
  11. Dimuliakan Allah (QS Yasin 27), didoakan para Malaikat (QS Al Mu'min 7-8)
  12. Terbebas dari siksa neraka (QS Al Mu'min 9)
  13. Meraih syurga Allah (QS At Tahrim 8)... "Subhanallah, begitu besar keutamaan dan kemuliaan taubat.
Tunggu apalagi sahabatku, ayo segera raih keberkahan taubat mumpung jantung masih berdenyut!... do it right now, sahabatku!".

Memberi

Suatu hari, pernah ada seorang tamu yang datang ke rumah Abu Dzarr Al-Ghifari. Lalu Abu Dzarr berkata kepada tamu tersebut, “Aku sedang masygul. Ada beberapa unta milikku, tolong ambilkan unta yang paling bagus!”

Tamu itu pun segera pergi untuk mengambil unta yang diminta oleh Abu Dzarr. Akan tetapi, tamu itu bukannya mengambil unta yang bagus sebagaimana disarankan Abu Dzarr Al-Ghifari, melainkan memilih unta yang kurus kering. Karena itu, ketika unta kurus yang diambil tamu tersebut disodorkan kepada Abu Dzarr, seketika Abu Dzarr jadi murka, “Anda telah mengkhianatiku.”

Si tamu itu berkelit dan melakukan pembelaan, “Yang paling bagus adalah unta jantan dan aku pikir, Anda suatu hari nanti akan memerlukannya.”

Abu Dzarr heran, menyerngitkan kening, “Hari ketika aku paling memerlukan adalah hari ketika aku dibaringkan di dalam kubur karena Allah berfirman ‘Engkau tidak akan mencapai kebaikan kecuali engkau memberikan apa yang paling engkau sukai’ (QS. Ali Imron [3]: 92),” jawab Abu Dzarr.

Kisah di atas, memberi satu teladan betapa murah hatinya Abu Dzarr. Bahkan, Abu Dzarr lebih memilih orang lain daripada dirinya sendiri dan ia menganggap tidak memerlukan sesuatu yang bagus kecuali nanti di alam kubur. Karena itu, rasul menganjurkan seseorang --jika mau memberikan sesuatu—maka sesuatu itu adalah yang baik dan bahkan paling dicintai atau disukai. Ayat yang disebutkan Abu Dzarr itu, memang turun karena ada seorang sahabat yang memiliki sifat kedermawanan tinggi. Diceritakan, pada suatu hari ada seorang sahabat yang memberikan sebuah kebun buah yang dia sukai kepada sanak familinya. Kemudian rasul berkata kepadanya, “Bagus! Bagus! Itu harta yang telah memberimu banyak keuntungan.

Mungkin akan muncul satu pertanyaan, kenapa mengulurkan sebuah kebun justru akan memberi banyak keuntungan? Karena tidak dapat diingkari bahwa sedekah itu adalah sebuah investasi. Hal ini ditegaskan sabda rasul bahwa Allah membesarkan sedekah seperti engkau membesarkan anak unta. Kalau engkau menyedekahkan separuh kurma, maka Allah akan melipatgandakan, dan pada hari kebangkitan kelak, apa yang engkau sedekahkan itu akan dikembalikan kepada hamba dalam bentuk seperti atau lebih besar daripada gunung Uhud.

Dalam sebuah ayat suci, Allah berfirman, “Perumpamaan mereka yang membelanjakan kekayaan mereka di jalan Allah itu adalah seperti sebutir biji jagung yang bertunas tujuh tangkai jagung, pada setiap tangkai ada seratus biji. Maka, Allah melipatgandakan bagi apa yang dikehendaki-Nya.” (QS. Al-Baqarah [2]: 261).

Tapi, entah kenapa sebagian manusia justru merasa berat dan susah jika menyisihkan sebagian harta dan perhiasan-perhiasaan duniawi yang mereka miliki. Harta yang dikumpulkan dengan susah payah itu, dianggap sebagai miliknya dan tidak ada untungnya jika harus dibagi atau diberikan kepada orang lain. Dengan alasan, rugi dan akan kehilangan jika harus membagi sebagian harta yang telah dia kumpulkkan itu. Padahal, dalam setiap harta yang dikumpulkan seseorang, ada hak bagi mereka yang miskin. Karena itu, membagikan harta pada mereka yang memerlukan dan butuh itu adalah satu sunnah nabi yang patut diamalkan.

Tetapi, sifat kikir, merasa rugi dan juga takut miskin kerap menjadi penghalang bagi seseorang untuk membagikan sebagian harta yang dimiliki, apalagi sesuatu yang amat dicintai. Padahal, di balik uluran tangan atau menyedekahkan harta itu ada rahasia yang Allah janjikan. Apa rahasia dari janji Allah itu ketika seseorang ringan tangan mau bersedekah?

Rahasia di balik Sedekah
Imam Khumaeni dalam buku 40 Hadits: Telaah atas Hadits-hadits Mistik dan Akhlak (Mizan: 2004) membeberkan rahasia di balik sedekah yang digali dari beberapa hadits. Adapun rahasia itu antara lain; bisa menyelamatkan seseorang dari kematian buruk, membawa rezeki, memudahkan pembayar utang, memperpanjang usia, mengelakkan tujuh puluh bentuk kematian yang buruk dan Allah juga membalasnya sampai sepuluh hingga seratus ribu kali lipat.

Selain itu, sedekah juga bisa menambah kekayaan. Bahkan orang yang bersedekah di waktu pagi, maka dia akan diselamatkan dari bencana alam sepanjang hari itu. Dan jika orang bersedekah pada permulaan malam, dia akan diselamatkan dari bencana di sepanjang malam. Dengan sedekah, sakit pun bisa sembuh. Karena itu, kalau orang memenuhi kebutuhan rumah tangga seorang Muslim, menyelamatkan mereka dari kelaparan, memberi mereka pakaian dan melindungi kehormatan mereka, amalnya lebih baik dibandingkan dengan berhaji sebanyak tujuh puluh kali. Padahal, berhaji itu lebih baik dibandingkan dengan memerdekakan tujuh puluh budak dan orang yang membebaskan budak, maka Allah akan membebaskan setiap tubuhnya dari api neraka untuk satu anggota tubuh seorang budak yang dibebaskan itu.

Karena itulah, kita tak lagi asing mendengar kisah para sahabat nabi yang amat ringan tangan. Seorang sahabat nabi yang terkenal ringan tangan dalam bersedekah adalah Ali bin Abi Thalib. Suatu hari, pernah Ali membeli pakaian yang disukai. Tetapi, pakaian yang ia sukai itu tidak ia pakai melainkan ia sedekahkan. Saat ditanya, Ali pun menjawab, “Aku mendengar rasulullah berabda, ‘Barangsiapa lebih mementingkan orang lain dibandingkan dirinya sendiri, dia akan lebih dipentingkan Allah untuk masuk surga pada hari kiamat. Barangsiapa mencintai sesuatu lalu menjadikan untuk Allah, pada hari Kiamat Allah akan berkata kepadanya, “Hamba-hamba-Ku biasa memberikan balasan kepada sesama mereka dengan sepadan, maka Aku akan memberimu surga-Ku sebagai imbalan.”

Nah, semoga kita dapat meneladani apa yang dicontohkan rasul dan para sahabatnya untuk mendapatkan balasan yang sudah dijanjikan oleh Allah itu dan sejumlah rahasia di balik sedekah. Amin!!! (n. mursidi/berbagai sumber)

Kisah Sabar

Bagi orang yang sering mengamati isnad hadits maka nama Abu Qilabah bukanlah satu nama yang asing karena sering sekali ia disebutkan dalam isnad-isnad hadits, terutama karena ia adalah seorang perawi yang meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik yang merupakan salah seorang dari tujuh sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu nama Abu Qilabah sering berulang-ulang seiring dengan sering diulangnya nama Anas bin Malik.Ibnu Hibban dalam kitabnya Ats-Tsiqoot menyebutkan kisah yang ajaib dan menakjubkan tentangnya yang menunjukan akan kuatnya keimanannya kepada Allah.
Nama beliau adalah Abdullah bin Zaid Al-Jarmi salah seorang dari para ahli ibadah dan ahli zuhud yang berasal dari Al-Bashroh. Beliau meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik dan sahabat Malik bin Al-Huwairits –radhiallahu ‘anhuma- . Beliau wafat di negeri Syam pada tahun 104 Hijriah pada masa kekuasaan Yazid bin Abdilmalik.
Abdullah bin Muhammad berkata, “Aku keluar menuju tepi pantai dalam rangka untuk mengawasi (menjaga) kawasan pantai (dari kedatangan musuh)…tatkala aku tiba di tepi pantai, tiba-tiba aku telah berada di sebuah dataran lapang di suatu tempat (di tepi pantai) dan di dataran tersebut terdapat sebuah kemah yang di dalamnya ada seseorang yang telah buntung kedua tangan dan kedua kakinya, dan pendengarannya telah lemah serta matanya telah rabun. Tidak satu anggota tubuhnya pun yang bermanfaat baginya kecuali lisannya, orang itu berkata, “Ya Allah, tunjukilah aku agar aku bisa memuji-Mu sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan Engkau sungguh telah melebihkan aku diatas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan”“
Abdullah bin Muhammad berkata, “Demi Allah aku akan mendatangi orang ini, dan aku akan bertanya kepadanya bagaimana ia bisa mengucapkan perkataan ini, apakah ia faham dan tahu dengan apa yang diucapkannya itu?, ataukah ucapannya itu merupakan ilham yang diberikan kepadanya??.
Maka akupun mendatanginya lalu aku mengucapkan salam kepadanya, lalu kukatakan kepadanya, “Aku mendengar engkau berkata “Ya Allah, tunjukilah aku agar aku bisa memujiMu sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan Engkau sungguh telah melebihkan aku diatas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan“, maka nikmat manakah yang telah Allah anugerahkan kepadamu sehingga engkau memuji Allah atas nikmat tersebut?? dan kelebihan apakah yang telah Allah anugerahkan kepadamu hingga engkau mensukurinya??”
Orang itu berkata, “Tidakkah engkau melihat apa yang telah dilakukan oleh Robku kepadaku? Demi Allah, seandainya Ia mengirim halilintar kepadaku hingga membakar tubuhku atau memerintahkan gunung-gunung untuk menindihku hingga menghancurkan tubuhku, atau memerintahkan laut untuk menenggelamkan aku, atau memerintahkan bumi untuk menelan tubuhku, maka tidaklah hal itu kecuali semakin membuat aku bersyukur kepadaNya, karena Ia telah memberikan kenikmatan kepadaku berupa lidah (lisan)ku ini. Namun, wahai hamba Allah, engkau telah mendatangiku maka aku perlu bantuanmu, engkau telah melihat kondisiku. Aku tidak mampu untuk membantu diriku sendiri atau mencegah diriku dari gangguan, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku memiliki seorang putra yang selalu melayaniku, di saat tiba waktu sholat ia mewudhukan aku, jika aku lapar maka ia menyuapiku, jika aku haus maka ia memberikan aku minum, namun sudah tiga hari ini aku kehilangan dirinya. Maka tolonglah aku, carilah kabar tentangnya –semoga Allah merahmati engkau-”.
Aku berkata, “Demi Allah tidaklah seseorang berjalan menunaikan keperluan seorang saudaranya yang ia memperoleh pahala yang sangat besar di sisi Allah, lantas pahalanya lebih besar dari seseorang yang berjalan untuk menunaikan keperluan dan kebutuhan orang yang seperti engkau”.
Maka akupun berjalan mencari putra orang tersebut hingga tidak jauh dari situ aku sampai di suatu gundukan pasir. Tiba-tiba aku mendapati putra orang tersebut telah diterkam dan dimakan oleh binatang buas. Akupun mengucapkan inna lillah wa inna ilaihi roji’uun. Aku berkata, “Bagaimana aku mengabarkan hal ini kepada orang tersebut??”. Dan tatkala aku tengah kembali menuju orang tersebut, maka terlintas di benakku kisah Nabi Ayyub ‘alaihi as-Salam. Lalu aku menemui orang tersebut dan akupun mengucapkan salam kepadanya lalu ia menjawab salamku dan berkata, “Bukankah engkau adalah orang yang tadi menemuiku?”, aku berkata, “Benar”. Ia berkata, “Bagaimana dengan permintaanku kepadamu untuk membantuku?”.
Akupun berkata kepadanya, “Engkau lebih mulia di sisi Allah ataukah Nabi Ayyub ‘alaihis Salam?”, ia berkata, “Tentu Nabi Ayyub ‘alaihis Salam “, aku berkata, “Tahukah engkau cobaan yang telah diberikan Allah kepada Nabi Ayyub?, bukankah Allah telah mengujinya dengan hartanya, keluarganya, serta anaknya?”, orang itu berkata, “Tentu aku tahu”. Aku berkata, “Bagaimanakah sikap Nabi Ayyub dengan cobaan tersebut?”, ia berkata, “Nabi Ayyub bersabar, bersyukur, dan memuji Allah”.
Aku berkata, “Tidak hanya itu, bahkan ia dijauhi oleh karib kerabatnya dan sahabat-sahabatnya”. Ia berkata, “Benar”. Aku berkata, “Bagaimanakah sikapnya?”, ia berkata, “Ia bersabar, bersyukur dan memuji Allah”. Aku berkata, “Tidak hanya itu, Allah menjadikan ia menjadi bahan ejekan dan gunjingan orang-orang yang lewat di jalan, tahukah engkau akan hal itu?”, ia berkata, “Iya”, aku berkata, “Bagaimanakah sikap nabi Ayyub?” Ia berkata, “Ia bersabar, bersyukur, dan memuji Allah, langsung saja jelaskan maksudmu –semoga Allah merahmatimu-!!”.
Aku berkata, “Sesungguhnya putramu telah aku temukan di antara gundukan pasir dalam keadaan telah diterkam dan dimakan oleh binatang buas, semoga Allah melipatgandakan pahala bagimu dan menyabarkan engkau”. Orang itu berkata, “Segala puji bagi Allah yang tidak menciptakan bagiku keturunan yang bermaksiat kepadaNya lalu Ia menyiksanya dengan api neraka”, kemudian ia berkata, “Inna lillah wa inna ilaihi roji’uun“, lalu ia menarik nafas yang panjang lalu meninggal dunia.
Aku berkata, “Inna lillah wa inna ilaihi roji’uun“, besar musibahku, orang seperti ini jika aku biarkan begitu saja maka akan dimakan oleh binatang buas, dan jika aku hanya duduk maka aku tidak bisa melakukan apa-apa[2]. Lalu akupun menyelimutinya dengan kain yang ada di tubuhnya dan aku duduk di dekat kepalanya sambil menangis.
Tiba-tiba datang kepadaku empat orang dan berkata kepadaku “Wahai Abdullah, ada apa denganmu?, apa yang telah terjadi?”. Maka akupun menceritakan kepada mereka apa yang telah aku alami. Lalu mereka berkata, “Bukalah wajah orang itu, siapa tahu kami mengenalnya!”, maka akupun membuka wajahnya, lalu merekapun bersungkur mencium keningnya, mencium kedua tangannya, lalu mereka berkata, “Demi Allah, matanya selalu tunduk dari melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah, demi Allah tubuhnya selalu sujud tatkala orang-orang dalam keadaan tidur!!”.
Aku bertanya kepada mereka, “Siapakah orang ini –semoga Allah merahmati kalian-?”, mereka berkata, Abu Qilabah Al-Jarmi sahabat Ibnu ‘Abbas, ia sangat cinta kepada Allah dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu kami pun memandikannya dan mengafaninya dengan pakaian yang kami pakai, lalu kami menyolatinya dan menguburkannya, lalu mereka pun berpaling dan akupun pergi menuju pos penjagaanku di kawasan perbatasan.
Tatkala tiba malam hari, aku pun tidur dan aku melihat di dalam mimpi ia berada di taman surga dalam keadaan memakai dua lembar kain dari kain surga sambil membaca firman Allah
}سَلامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ| (الرعد:24)
“Keselamatan bagi kalian (dengan masuk ke dalam surga) karena kesabaran kalian, maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. 13:24)
Lalu aku berkata kepadanya, “Bukankah engkau adalah orang yang aku temui?”, ia berkata, “Benar”, aku berkata, “Bagaimana engkau bisa memperoleh ini semua”, ia berkata, “Sesungguhnya Allah menyediakan derajat-derajat kemuliaan yang tinggi yang tidak bisa diperoleh kecuali dengan sikap sabar tatkala ditimpa dengan bencana, dan rasa syukur tatkala dalam keadaan lapang dan tentram bersama dengan rasa takut kepada Allah baik dalam keadaan bersendirian maupun dalam kaeadaan di depan khalayak ramai”
[1] Diterjemahkan oleh Ustadz Abu Abdilmuhsin Firanda dari Kitab Ats-Tsiqoot karya Ibnu Hibban, tahqiq As-Sayyid Syarofuddin Ahmad, terbitan Darul Fikr, (jilid 5 halaman 2-5)
[2] Hal ini karena biasanya daerah perbatasan jauh dari keramaian manusia, dan kemungkinan Abdullah tidak membawa peralatan untuk menguburkan orang tersebut, sehingga jika ia hendak pergi mencari alat untuk menguburkan orang tersebut maka bisa saja datang binatang buas memakannya, Wallahu a’lam.